Democracy is yet to learn

Posted: September 27, 2010 in Great News, Informasi
Tags: , ,

Siapa yang kira melalui film pendek tersebut bangsa Indonesia bisa menjadi bangga. Film karya Adhyamika tersebut memenangkan kompetisi DVC(Democracy Video Challenge) 2010. DVC ialah kompetisi yang diadakan di Amerika Serikat . Film Pendek karya pemuda kelahiran Jakarta, 21 Januari 1989, tersebut mengalahkan 700 kontestan lain.

Film pendek berjudul Democracy Is Yet to Learn itu menggambarkan kehidupan demokrasi di Indonesia yang ternyata masih dalam taraf belajar. Meski berdurasi pendek, Adhyatmika mampu menyampaikan pesan dan kritiknya dengan baik. “Emang sejak awal saya ingin membuat film satire yang menjadi potret sosial tanah air,” ujar Adhyatmika ketika dihubungi dari Jakarta Kamis (16/9).

Film tersebut mengambil setting di kelas sebuah SD. Seorang guru menulis pertanyaan di papan apa itu demokrasi. Kelas tersebut berisi sembilan murid yang mewakili unsur-unsur sosial dalam masyarakat. Yakni, pengusaha, anggota parlemen, polisi, petani, wartawan, dokter, artis, insinyur, dan anak SD. Namun, tak ada satu pun yang bisa menjawab pertanyaan ibu guru.

Tiap karakter saling melempar tanggung jawab dan menggeleng. Sampai akhirnya, si anak SD memberanikan diri maju ke depan untuk menjawab pertanyaan apa itu demokrasi. Spidol sudah di tangan, namun belum sampai si anak menuliskan jawabannya, bel pulang sekolah berdering. Akhirnya, tak ada satu pun yang bisa menjawab apa itu demokrasi. Lalu, adegan ditutup dengan kalimat: Masih Belajar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s